Jump to content


Selamat Datang di Komunitas Jalan Jalan


Sign In  Log in with Facebook Log in with Twitter

Create Account
Selamat datang di Jalan2.com :D , Ayo Bergabung sekarang dan dapatkan Manfaat dari komunitas ini,

Dengan Bergabung kamu bisa :
  • Nanya2 & Sharing Pengalaman Jalan Jalan Kamu
  • Kenalan Sesama Regional Kota Kamu
  • Nge-Blog & Mendapatkan Pembaca2 yg hobi Jalan Jalan
  • Ikuti topik topik yg kamu sukai dan mendapatkan Update
  • Ikut Gathering2 & Dapatkan teman2 baru
  • Share foto2 & pengalaman travel kamu atau
  • Ayo Bergabung Sekarang Juga :D
 

Photo
- - - - -

Suku Asmat dan Dani

papua asmat dani




  • Please log in to reply
3 replies to this topic

#1 golek

golek

    Senang Jalan Jalan

  • Members
  • PipPipPip
  • 254 posts
8
Good

Posted 20 February 2013 - 11:09 AM


Sekarang saya mau bikin lagi tentang Papua. Tapi kali ini tentang dua suku yang terkenal di sana.Di Papua memang ada beberapa suku yang terkenal, tapi yang paling terkenal adalah suku Asmat dan Dani. Mungkin beberapa dari kalian pernah ngeliat tapi ga ngeh aja nama sukunya.
 
Suku Asmat ini mungkin bisa dibilang yang paling terkenal di Indonesia. Mereka menjadi terkenal bukan karena mereka dulu melakukan praktek berburu kepala (headhunter) dan praktek kanibalisme. Tapi mereka udah lama enggak melalukan praktek kanibalisme ini. Tapi suku Asmat juga karena ukiran-ukiran kayu mereka yang indah. Wisatawan yang ke sana, terutama turis asing pasti nyari patung-patung kayu ukiran mereka. Tante saya juga punya beberapa hasil ukiran mereka, tapi belinya di Sarinah :D , jadi ga tau asli apa engga.
 

Spoiler

 
Nama Asmat mungkin berasal dari kata-kata Asmat "As Akat", yang menurut orang Asmat berarti "orang yang tepat". Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa Asmat berasal dari kata Osamat  yang berarti "manusia dari pohon". Tetapi kalo menurut tetangga suku Asmat, yaitu suku Mimika, nama Asmat ini berasal dari kata-kata mereka untuk suku-"manue", yang berarti "pemakan manusia". Ga tau mana yang bener tapi lebih tepat sih kayaknya dari kata Osamat.
 
Asmat ini adalah suku yang paling kanibal di Papua. Mereka dulu berburu musuh-musuh mereka untuk dimakan. Mereka akan makan otak musuhnya yang dicampur dengan cacing sagu dari tengkorak yang dibelah dua, karena mereka percaya bahwa ketika mereka membunuh dan makan otak musuh mereka, mereka menjadi orang itu dan menyerap keterampilanya. Cara ini juga hampir sama dengan para kanibal yang ada di Amerika Selatan. Mereka juga sama percaya kalo membunuh musuh, roh tuh musuh akan masuk ke dalam tubuhnya.
Ada cerita yang membuat mereka terkenal nih. Mungkin kalian pernah denger nama keluarga Rockefeller. Nah salah satu anggota keluarga Rockefeller, Michael Clark Rockefeller, menghilang di daerah Asmat pada November 17, 1961 waktu ekspedisi. Ada yang percaya bahwa dia meninggal karena di makan hiu atau buaya, tapi ada juga yang percaya bahwa dia dibunuh dan dimakan oleh orang-orang di situ karena pada tahun 1961 kanibalisme dan memburu kepala masih ada di beberapa daerah.
 
Spoiler


Suku Asmat juga mengumpulkan tengkorak musuh. Mereka menggunakan tengkorak sebagai bantal mereka, dan mereka juga menunjukkan tengkorak2 di rumah-rumah mereka karena mereka percaya hal itu akan melindungi mereka dari kejahatan. Tengkorak-tengkorak yang dikumpulkan dihiasi dengan bulu burung kakaktua dan dicat. Para Asmat tidak hanya mengumpulkan tengkorak musuh mereka, tetapi juga mengumpulkan tengkorak yang mereka temukan. Perbedaannya terletak pada rahang tengkorak, tengkorak yang mereka ambil dari tubuh musuh yang mereka bunuh sendiri, rahang bawah tengkorak masih di tempatnya, dan tengkorak yang mereka temukan biasanya hilang rahang yang lebih rendah. Dan itu biasanya karena perempuan Asmat mengambil rahang bawah untuk mengubahnya menjadi sebuah kalung.
 
Spoiler

 
Daerah asli Asmat dibagi menjadi dua kelompok utama, mereka yang tinggal di sepanjang pantai, dan orang-orang di pedalaman. Mereka berbeda dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial, dan upacara. Suku Asmat tidak tersentuh oleh peradaban sampai ada pos Belanda, permukiman misionaris, dan ekspedisi asing akhirnya membuat jalan pada budaya terisolasi ini pada tahun 1950-an dan 1960-an.
 
Sebelumnya, keluarga seluruh suku hidup bersama dalam rumah yang berukuran sekitar 28 meter panjang yang disebut yeus. Yeus masih digunakan oleh laki-laki sebagai clubhouse di mana bujangan tidur. Semacam bachelor pad :D . Kalo Asmat yang tinggal di hulu masih tinggal di rumah panjang, beberapa bahkan membangun rumah di pucuk pohon.
 
Sekarang giliran suku Dani. Orang-orang Dani, juga dieja Ndani, kadang-kadang bergabung dengan kelompok Lani yang di barat. Dani ini adalah orang-orang dari dataran tinggi tengah Papua Barat. Orang-orang Dani adalah penghuni asli Lembah Baliem. Mereka adalah salah satu kelompok etnis yang paling terkenal di Papua, karena para wisatawan yang banyak yang mengunjungi daerah Lembah Baliem di mana mereka mendominasi. Suku Dani menjadi terkenal karena mereka terampil dalam menggunakan kapak batu, dan pisau yang terbuat dari tulang hewan, bambu atau tombak, kayu dan staf menggali.
 
Spoiler


Pada suku Dani, hewan babi adalah fitur sangat kuat dalam budaya lokal mereka, dan menjadi alat yang paling penting yang digunakan dalam barter, terutama dalam mas kawin. Dan juga pesta babi sangat penting untuk merayakan peristiwa komunal, keberhasilan pesta. Jika ada pesta, orang yang mengadakan acara dinilai dengan jumlah babi yang disembelih. Orang yang berpengaruh biasanya jumlahnya banyak.
 
Pada suku Dani, babi juga diperlakukan lebih berharga daripada perempuan atau istri. Mereka memperlakukan babi sebagai anggota keluarga. Para istri dan anak-anak dari keluarga harus merawat mereka, dan bahkan ada beberapa istri yang menyusui babi. Bagi masyarakat Dani, babi adalah hewan suci.

Spoiler

 

Ok semoga informasi ini berguna. Nanti saya bisa bikin informasi lagi tentang Papua. Sayang aja sih, mungkin karena biaya ke sana mahal, jadi wisatawan juga ga banyak ke sana.



#2 tiara

tiara

    Petualang

  • Members
  • PipPipPipPip
  • 512 posts
44
Great

Posted 20 February 2013 - 05:07 PM

hehe...walaupun kanibalisme sudah tidak ada di suku Asmat, tapi serem juga ya Mas...melihat orang2nya saja facenya sudah seram seperti itu karena saya sendiri tidak bisa melihat orang yang dandanannya seperti itu :ph34r:



#3 bimo

bimo

    Senang Jalan Jalan

  • Members
  • PipPipPip
  • 290 posts
27
Great

Posted 20 February 2013 - 05:39 PM

pada saat kanibalisme masih ada...tidak terbayang dibenak saya ngeri campur agak jijik juga ya :ph34r:



#4 golek

golek

    Senang Jalan Jalan

  • Members
  • PipPipPip
  • 254 posts
8
Good

Posted 20 February 2013 - 10:33 PM

hehe...walaupun kanibalisme sudah tidak ada di suku Asmat, tapi serem juga ya Mas...melihat orang2nya saja facenya sudah seram seperti itu karena saya sendiri tidak bisa melihat orang yang dandanannya seperti itu :ph34r:

 

apalagi kalo lagi bentrok antar suku, suka ngeliat mereka di tv ya.

 

pada saat kanibalisme masih ada...tidak terbayang dibenak saya ngeri campur agak jijik juga ya :ph34r:

 

iya pasti ngeri kalo denger kanibalisme...





Also tagged with one or more of these keywords: papua, asmat, dani

0 user(s) are reading this topic

0 members, 0 guests, 0 anonymous users

Selamat Datang di Komunitas Jalan Jalan


Sign In  Log in with Facebook Log in with Twitter

Create Account
Selamat datang di Jalan2.com :D , Ayo Bergabung sekarang dan dapatkan Manfaat dari komunitas ini,

Dengan Bergabung kamu bisa :
  • Nanya2 & Sharing Pengalaman Jalan Jalan Kamu
  • Kenalan Sesama Regional Kota Kamu
  • Nge-Blog & Mendapatkan Pembaca2 yg hobi Jalan Jalan
  • Ikuti topik topik yg kamu sukai dan mendapatkan Update
  • Ikut Gathering2 & Dapatkan teman2 baru
  • Share foto2 & pengalaman travel kamu atau
  • Ayo Bergabung Sekarang Juga :D